Profil
Bismillah..
Dewi Astuti, lahir di Jakarta, Desember 1992 terlahir sebagai anak ke 6 dari 6 bersaudara, dengan 4 kakak laki-laki dan 1 kakak perempuan pas di atas urutannya. Dia hadir dalam keluarga besar, tak pernah merasa kurang perhatian, karena posisi anak terakhir yang membuat kakak-kakaknya memberi kasih sayang, walau hanya dengan antar jemput dia saat sekolah dan dari kegiatan-kegiatannya selama sekolah, jadi ga perlu orang lain yang jadiin status p**** cuma buat anter jemput. :p.
Darah keturunannya campuran, bapaknya dari suku betawi dan ibunya dari suku jawa (jogjakarta), beruntung dia masih punya kampung, yang bisa jadi alesan kalo liburan atau waktu-waktu lebaran, dan ternyata kampungnya jadi kota wisata ke-2 di Indonesia yang paling banyak diminati untuk liburan. Karena masyarakatnya terkenal dengan karakter ramah dan mampu menjadi tuan rumah yang siap menerima semua tamunya. Menurut cerita di buku Dalam Dekapan Ukhuwah, Salim A Fillah, orang Jogjakarta itu terkenal dengan sopan santunnya, seperti cerita saat ada orang Jogjakarta yang terinjak kakinya, maka ia akan respect bilang " Maaf mas, kaki saya terinjak", belum apa-apa sudah minta maaf.
Anak terakhir ini sekarang cuma punya satu orang tua yang paling dia sayang, yaitu ibu, karena ayahnya sudah berada dalam dunia yang berbeda sejak april 2013 lalu. Yang membuatnya sedih adalah dia tak pernah terpikirkan akan satu kata "perpisahan dan ditinggalkan", karena masih banyak harapan yang ingin di berikannya untuk ayah dan ibunya, namun ketika waktu telah diputuskan terlebih dahulu oleh kehendakNya, ia pun kini sadar bahwa kepergian itu rahasia illahi (kayak lagu??), dan semua ini hanya bersifat pinjaman.
Darah keturunannya campuran, bapaknya dari suku betawi dan ibunya dari suku jawa (jogjakarta), beruntung dia masih punya kampung, yang bisa jadi alesan kalo liburan atau waktu-waktu lebaran, dan ternyata kampungnya jadi kota wisata ke-2 di Indonesia yang paling banyak diminati untuk liburan. Karena masyarakatnya terkenal dengan karakter ramah dan mampu menjadi tuan rumah yang siap menerima semua tamunya. Menurut cerita di buku Dalam Dekapan Ukhuwah, Salim A Fillah, orang Jogjakarta itu terkenal dengan sopan santunnya, seperti cerita saat ada orang Jogjakarta yang terinjak kakinya, maka ia akan respect bilang " Maaf mas, kaki saya terinjak", belum apa-apa sudah minta maaf.
Anak terakhir ini sekarang cuma punya satu orang tua yang paling dia sayang, yaitu ibu, karena ayahnya sudah berada dalam dunia yang berbeda sejak april 2013 lalu. Yang membuatnya sedih adalah dia tak pernah terpikirkan akan satu kata "perpisahan dan ditinggalkan", karena masih banyak harapan yang ingin di berikannya untuk ayah dan ibunya, namun ketika waktu telah diputuskan terlebih dahulu oleh kehendakNya, ia pun kini sadar bahwa kepergian itu rahasia illahi (kayak lagu??), dan semua ini hanya bersifat pinjaman.
Misi Utama hidupnya saat ini hanya tidak ingin menambah pekerjaan malaikat atid, untuk mencatat keburukan-keburukan yang dilakukannya, dia hanya ingin menjadi anak yang sudah tidak merepotkan orang tua dan kakak-kakaknya lagi, dengan mencari biaya hidup dan pendidikan selanjutnya setelah pendidikan di SMKN 26 Pembangunan Jakarta, dengan biaya sendiri, menjadi orang yang berguna untuk lingkungannya walaupun sedikit, dan saat ini ia sedang menjadi orang yang sedang mempersiapkan segala yang terbaik untuk calon pendampingnya nanti, yang akan membuka catatan baru dalam hidupnya, untuk orang yang paling ia sayangi nanti, yah nanti, ketika saatnya sudah tiba. Kalau kata guru tahsinnya "Semua sudah tertulis dalam lauh mahfuzNya, dan sudah ada jalannya masing-masing". ^-^"
Usianya kini sudah berkepala -2, saatnya kini ia sadar, bahwa hidupnya saat ini bukan hanya tentangnya, tapi dia, Dia dan mereka, yah bukan lagi tentang sekarang, tapi dengan sehari-dua hari-seminggu-sebulan-tahun-tahun berikutnya. Yah harapan-harapan itu kini terus menyelimuti, walau hanya sekedar mimpi, setidaknya dia punya mimpi, agar ia tahu kemana tujuan hidupnya. Tak pernah lepas, dari struktur keluarga yang menjadikan ia anak terakhir dan lahir sebagai seorang perempuan, semoga kekuatan dan ke-istiqomahan akan selalu ada padanya. Semangat untukmu putri sulung dengan seorang ibu "single parent" saat ini.
Ini sepenggal kisahku,, kawan setiap muslim adalah saudara, yang aku inginkan darimu saudaraku adalah doakan ku selalu agar kita bisa bertemu di Syurga-Nya nanti, bercanda, tertawa bersama. dan ingatkan ku jika aku lalai dan lupa hingga aku jauh dari kebaikan..
Salam cinta.. :)
Follow me : Twitter @dewiitusa
Add me : Facebook Dewi Astuti
Instagram : @dewiiast
Salam cinta.. :)
Follow me : Twitter @dewiitusa
Add me : Facebook Dewi Astuti
Instagram : @dewiiast
