Aku iri padamu, bunda

21:15

Ilustrasi
Untukmu Bunda

Entah aku tak pernah bisa merasakan jelas apa yang kau rasa saat ini,
Kau yang ada disana tak perlu rasa kasihani, namun aku yang disini yang perlu dikasihani.

Sampai saat ini pun aku tak pernah bisa memberikan yang terbaik
kecuali hanya Doa dan materi yang aku miliki,



Air mata ini pun tak pernah tertahan saat melihat dan mendengar kisah-kisahmu saat ini

Engkau yang kehilangan anak dan suamimu karena sahid atas bom israel,
Engkau yang mampu melahirkan anak dengan angka rata-rata 6 orang setiap kelahiran didominanasi oleh bayi laki-laki.
Setiap anak yang kau didik untuk mengahafal Al-Qur'an pada saat musim panas,

Sedangkan di belahan bumi yang lain anak-anak itu sedang asiknya mengunjungi berbagai tempat wisata

Setiap muslim yang tujuan hidupnya hanya ingin menghafal Al-Qur'an,
Agar bisa masuk dalam barisan brigade Izzudin Al-Qassam dan Syahid dalam Jalan Jihad-Nya,
Tanah-tanah yang memiliki tingkat kesuburan yang tinggi,
Karena sesuai janji Allah akan keberkahan Masjid Al-Aqsha,
Anak-anak kecil yang berani mengahadap tank militer israel dan melemparinya dengan batu kerikil,

Sungguh yang ingin ku katakan saat ini adalah seharusnya kau tak perlu bersedih , karena posisimu saat ini memiliki keistimewaan disisi-Nya, engkau yang ditakdirkan untuk mendapat Janji-janji Allah dalam menjaga tanah kaum muslimin di Palestina.

Kami disini akan menjadi saksimu, walau hanya bisa melihat dari balik layar tipis tak bergerak,
Menjadi saksi akan setiap tangisan kepergian orang-orang tercinta,
tangisan atas kedzaliman militer israel,
tangisan kepedihan dan kesakitan karena bom-bom yang melukaimu.

Aku tak pernah sanggup menahan air mata ini untuk mengeluarkan kesedihannya,
Entah, kesedihan atas keadaan yang kau rasakan saat ini,
atau kesedihan atas betapa kasihaninya aku ini,
betapa irinya aku saat ini terhadap engkau para kaum ibu,
yang setiap rahimnya mendapat keberkahan untuk melahirkan para calon Mujahid Palestine.

Sebagai seorang wanita, investasi termahalnya adalah pada rahim, pada tempat yang mampu melahirkan generasi baru yang akan melanjutkan perjuangan untuk menegakkan dan mensyiarkan Agama Allah.
Semua keadaan ini tidak akan pernah masuk logika, Jika kau tak pernah tahu bahwa ada kekuasaan dan kebesaran-Nya ada disana.
Bunda janganlah kau bersedih, menangisi kepergian mereka, anak-anak dan suamimu.

Bunda aku iri, iri padamu..
Sungguh iri sekali, namun takdir Allah yang telah menetukannya.
Saat ini perjuanganku adalah mempersiapkan diri, untuk bisa menjadi bagian dari bunda-bunda sepertimu,
Bunda yang mampu mempersiapkan generasi selanjutnya untuk mempertahankan agama ini.

Ijinkan aku menitipkan doa untuk saudara-saudaraku di Palestine ya Rabb.
Allahumanshur ikhwanal muslimin wa mujahidin fii Palestine.. 

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Another of Me

Subscribe